Fakta Dibalik Penyerangan Kegiatan Intermediate Training LK II HMI

2077

LBHGPKNews.com – HMI – Senin, 23 Februari 2021, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam menggelar jumpa pers di lokasi perkaderan intermediate training LK II ,bertempat di hotel suci wonomulyo,Polman.

Agar semua bisa lebih jernih ,tidak ada lagi opini serta tanggapan tak mendasar, kami dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam dan Tim Hukum memberi tanggapan.
sebagai tindak lanjut atas Pengeroyokan dan/atau Penganiayaan yang dilakukan kader-kader PMII terhadap kader HMI. Jubir Hmi cabang polman muh. Ridwan menjelaskan
“Yang terjadi pada tanggal 20 februari 2021, disini kami akan menjelaskan secara detail proses yang terjadi dan ini di dukung oleh data dan fakta yang ada. Pertama saya ingin mengklarifikasi statemen dari pihak kampus yang mengatakan bahwa ” mereka tidak mengetahui bahwa yang menyewa gedung adalah HMI ” mereka mengira bahwa yang menyewa adalah Mahasiswa bukan HMI.

Per tanggal 15 februari 2021, kami menyerahkan surat penyewaan gedung yang di lengkapi dengan kop Lembaga HMI CABANG POLMAN serta stempel basah panitia intermediate LK II Kepada pihak kampus yakni Bapak Solihin , pada waktu itu Bapak Solihin meneruskan surat kami kepada pimpinan kampus , akhirnya pada tanggal 16 februari 2021 kami membayar uang muka penyewaan gedung, dilengkapi dengan kwitansi yang berstempel basah berlogo kampus Unasman ditandatangani oleh Ibu Khadija. Dengan catatan bahwa:
1. segera melunasi kesisahan sewa gedung
2. Tidak memasang atribut organisasi
3.kami meminta juga tidak ada bendera lain yang terpasang.
Dan akhirnya kamipun bisa menempati gedung.
Namun per tanggal 18 februari 2021, pada malam hari di depan gedung aula yang kami sewa , telah berkibar bendera PMII. selanjutnya per tanggal 19 februari 2021 pada malam hari ,bendera mereka masih terus ada disana, bahkan pada saat kami sedang mempersiapkan semua perlengkapan di lokasi.
sementara dalam perjanjian tidak boleh ada bendera ekstra kampus yang berkibar.

pagi hari menjelang pembukaan kami masih terus berkoordinasi kepada pihak lembaga kampus dalam hal ini Pak Abid agar memberi konfirmasi kepada PMII untuk memindahkan benderanya , tetapi sampai kami mendapati foto booth dan beberapa dekorasi kegiatan kami telah porak-poranda, belum ada pihak yang datang memindahkan bendera tersebut.

Beberapa jam menjelang acara kamipun memasang atribut disekitaran lokasi kegiatan namun beberapa menit berselang puluhan kader PMII secara membabibuta memasuki gedung dan memporak-porandakan kursi, merobek baliho dan merusak dekorasi yang telah kami susun secara susah payah.

Kami yang pada saat itu hanya berjumlah kurang lebih 8 orang dengan beberapa Kohati akhirnya mencoba Berbicara apa yang mereka inginkan, tetapi massa yang datang dengan brutal, bermaksud merusak tak bisa kami redam dan akhirnya melakukan pengroyokan terhadap kader HMI. sampai pada saat petugas keamanan datang massa sudah tidak bisa lagi dikendalikan, kami dari HMI hanya membela diri, kami hanya bertahan ,sampai kegiatan kami selesai. Dalam insiden itu 3 anggota kami terpaksa harus dilarikan kerumah sakit karena luka dibagian kepala akibat lemparan batu.

Lebih lanjut kami juga ingin memberikan tanggapan terkait atribut yang terpasang dikampus unasman, “Seharusnya, kalaupun seandainya kami tidak di izinkan memakai Gedung Aula Unasman, bukan kader PMII yang harusnya melarang kami melainkan pihak Kampus dalam hal ini pihak keamanan Kampus jika memang kami melanggar kesepakatan.”
Heri dahnur syam bersama tim hukum menegaskan menuntut ,mendesak polres polewali mandar agar dalam waktu kurang lebih 4×24 jam menangkap para pelaku pengroyokan untuk di proses secara tegas sesuai ketentuang yang berlaku.

Meminta kepada polres polman untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengungkap siapa dalang atau actor utama insident ini.

Meminta kepada pihak kampus unasman untuk mengklarifklikasi atas inseiden yang terjadi karena kami menduga adanya komunikasi bersayap yang dilakukan oleh humas unasman.

Hmi siap bertanggung jawab dan mengganti rugi jika terbuktti adanya pengrusakan oleh kader Hmi dengan catatan harus objektif.

Meminta kepada BADKO sulsebar dab pengurus besar ( PB) Hmi untuk bersikap serta menginstruksikan kepada seluruh pengurus hmi cabang agar ikut menyuarkaan insiden penyerangan ini.

Apabila permintaan dan tuntutan ini tidak di indahkan maka akan dilakukan upaya upaya lain yg tidak bertentangan dengan hukum.

 

laporan : M. Rifaldi Islami