bendungan pamukkulu kembali memanas konflik agraria tak kunjung usai masyarakat rapatkan barisan

218

Sulaiman, SH selaku Dir. Penggiat demokrasi Sulawesi Selatan yang juga saat ini menjadi pendamping masyarakat dalam proses pemebasan lahan masyarakat di pembangunan bendungan pamukkulu Kab. Takalar seluas 640 Ha.

Menindaklanjuti proses pembebasan lahan tahap I ini yang belum kelar kelar lantaran kepala BPN Kab. Takalar sudah 4 kali rotasi pimpinan, kini terjadi lagi kondisi yang sangat mencurigakan dan sarat akan permainan para mafia. Tegas sulaiman
Sebab 5 orang yang di sanggah lahannya sebelum proses pembayaran kemarin oleh oknum mafia tanah di Kab. Takalar tak kunjung menuai solusi, besar dugaan kami bahwa panitia pengadaan tanah dan si penyanggah ada main mata diantara mereka, pernyataan ini berdasar sesuai fakta di lapangan bahwa, telah jelas kemarin panitia pengadaan tanah telah mengecek lokasi objek yang disebgketakan dihadiri oleh seluruh unsur forkopimda baik itu kajari, ketua pengadilan, kepala BPN, camat, kapolsek, danramil dan masyarakat yang disanggah dan yang menyanggah.
Alhasil, si penyanggah tak tahu lokasi objek yang disanggah dan kami di janji oleh forkopimda untuk di bayarkan tanah kami, tetapi sampai sekarang belum ada solusi yang diberikan.
InsyaAllah dalam waktu dekat kekuatan rakyat akan berjuang mengambil paksa hak rakyat jikalau BPN dan mafia tidak ingin berdiri tegak diatas garis Undang Undang. Tutup Sulaiman